Topik Pilihan :
Home » , , » Bayi Kuning, kenapa ?

Bayi Kuning, kenapa ?

Written By baby on Selasa, 14 Desember 2010 | 03.09

Beberapa jam setelah Dzaki lahir - Dzaki lahir prematur karena belum waktunya - Dzaki divonis oleh dokter di Rumah Sakit Harapan Kita mengalami gangguan gula darah atau lebih tepatnya kadar gula darahnya rendah.  Selain gangguan gula darah, sekitar hari kedua Dzaki juga mengalami apa yang biasa disebut sebagai bayi kuning.  
Memang, katanya kulit dan bagian mata Dzaki berwarna kekuningan.  Kata dokter penyebabnya adalah karena kadar bilirubin yang ada dalam darah tinggi.  Pada waktu itu Oma sih bilang, kalau nanti juga hilang sendiri kalau dijemur di bawah sinar matahari pagi.  Tetapi kata dokter tidak seluruhnya bayi kuning yang dijemur di bawah sinar matahari bisa menjadi normal, makanya kemudian oleh Ayah dan Bunda bersikeras Dzaki harus nginap agak lama di rumah sakit.  Nah untuk jelasnya, Dzaki mau memberi informasi apa itu bayi kuning, bilirubin dan bagaimana menyembuhkan bayi kuning.
Sebenarnya kondisi bayi kuning adalah hal yang sangat biasa diidap oleh bayi yang baru lahir.  Bahkan saking biasanya maka bayi-bayi yang lahir melalui dukun beranak di kampung-kampung tidak menjadikan kondisi bayi kuning sebagai sesuatu yang membahayakan.  Ini sangat dimaklumi karena dengan bayi dijemur di bawah sinar matahari pagi (jam 07.00 - 08.30) untuk beberapa kali, maka bayi akan kembali normal.

Secara kedokteran, bayi kuning disebabkan oleh kadar bilirubin dalam darah yang tinggi, biasanya adalah di atas 10.  Bilirubin sendiri pada kondisi normal dihasilkan dari pemecahan sel darah merah, yang masuk ke hati dan diekskresikan sebagai zat empedu melalui usus halus. Sementara pada saat kemampuan hati untuk memecah dan membuangnya melalui empedu lebih rendah dibading peningkatan kadar bilirubin, maka yang terjadi adalah kulit dan biasanya bola mata menjadi kuning, yang kemudian untuk memudahkan disebutlah menjadi bayi kuning, jika terjadi pada bayi.  Kenapa lebih banyak terjadi pada bayi, karena hati bayi masih dalam perkembangan sehingga tidak cukup mampu untuk membuang bilirubin yang memang lebih banyak terjadi pada bayi dibanding orang dewasa.
Apakah bayi kuning benar-benar tidak berbahaya?
Tidak sepenuhnya benar, bahkan kadang justru berakibat fatal jika tidak ditangani secara serius.  Dampak panjang dari bayi kuning ini adalah bisa menyebabkan tuli dan bahkan kerusakan otak.  Makanya saat ini di rumah sakit-rumah sakit sudah wajib diberlakukan pengecekan kadar bilirubin untuk bayi baru lahir.

Tindakan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi bayi kuning adalah sangat berbeda sesuai kondisi bayi dan kadar bilirubinnya.  Pada level ringan, biasanya bayi akan segera normal tanpa memberikan perlakuan.  Tetapi pada level yang lebih berat, bayi perlu mendapat perlakuan sinar.  Pemberian ASI atau susu formula lebih banyak perlu dilakukan sehingga bayi bisa membuang bilirubin melalui kotorannya.  Ada juga kasus bayi kuning yang khusus terjadi selama masa menyusu ASI, sehingga perlu penghentian pemberian ASI sementara. Juga dalam kadar yang lebih gawat perlu ada transfusi darah.  Tetapi untuk hal ini seharusnya anda sudah membawa bayinya ke dokter/rumah sakit.

(Sumber :  dari beberapa literatur dan pengalaman sendiri)
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Dzaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger